Asesmen Kemenag Temukan 58,26 Persen Guru Agama Islam SD Belum Fasih Baca al-Quran

[ad_1]

Ringkasan Berita:

  • Asesmen PAI 2025 menunjukkan 58,26 persen guru PAI SD/SDLB di Indonesia belum fasih membaca Al-Qur’an dan masih berada pada kategori pratama/dasar.
  • Alarm Kebijakan Nasional: Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Amin Suyitno menegaskan temuan ini menjadi tantangan serius dan alarm kebijakan nasional.
  • Rekomendasi Tindak Lanjut: Kementerian Agama merekomendasikan penguatan kompetensi baca Al-Qur’an secara sistematis.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Hasil Asesmen Pendidikan Agama Islam (PAI) Tahun 2025 menunjukkan sebanyak 58,26 persen guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SD/SDLB di Indonesia belum fasih membaca Al-Qur’an, atau masih berada pada kategori pratama/dasar.

Temuan ini berdasarkan asesmen terhadap 160.143 guru PAI SD/SDLB di seluruh Indonesia yang mengikuti tes dan kuesioner melalui aplikasi SIAGA Kementerian Agama

Asesmen dilakukan dengan metode triangulasi oleh Lembaga Taḥsin dan Tahfiz Al-Qur’an (LTTQ) Universitas PTIQ Jakarta, dengan tingkat kepercayaan tinggi pada agregat nasional dan daerah.

Selain kategori pratama yang mendominasi, hasil asesmen juga mencatat 30,4 persen guru berada pada kategori madya, dan hanya 11,3 persen yang masuk kategori mahir. 

Sementara itu, 27,51 persen guru PAI membutuhkan perhatian khusus.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amin Suyitno, menegaskan bahwa hasil asesmen ini harus dibaca sebagai alarm kebijakan nasional. 

“Guru PAI adalah ujung tombak pendidikan keagamaan di sekolah. Ketika lebih dari separuh guru PAI SD belum fasih membaca Al-Qur’an, ini menjadi tantangan serius yang harus dijawab dengan kebijakan yang sistematis dan berkelanjutan,” ujar Suyitno di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Secara kuantitatif, Indeks Membaca Al-Qur’an guru PAI SD/SDLB berada pada angka rata-rata 57,17, yang masuk kategori rendah (pratama/dasar). 

Analisis indikator menunjukkan bahwa kelemahan paling menonjol terdapat pada pemahaman hukum bacaan tajwid, dengan skor terendah dibandingkan indikator membaca lainnya 

Suyitno menambahkan, rendahnya indeks ini tidak dapat dilepaskan dari variasi latar belakang pendidikan guru, akses penguatan kompetensi, serta belum optimalnya integrasi kemampuan baca Al-Qur’an dalam sistem pembinaan karier guru PAI.

“Ke depan, penguatan kompetensi membaca Al-Qur’an harus menjadi bagian integral dari rekrutmen, sertifikasi, hingga penilaian kinerja guru PAI,” katanya. 

Sementara itu, Direktur Pendidikan Agama Islam, M. Munir, menilai bahwa temuan asesmen ini memberikan dasar yang kuat bagi penajaman program intervensi. 

“Data ini sangat jelas menunjukkan bahwa persoalan utama bukan hanya pada aspek pedagogik, tetapi pada kompetensi dasar guru PAI itu sendiri, khususnya kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil dan sesuai kaidah tajwid,” kata Munir.

Munir menjelaskan dominasi kategori pratama menunjukkan bahwa sebagian besar guru masih berada pada level membaca dasar, belum pada tahap kefasihan yang ideal untuk menjadi model pembelajaran bagi siswa.



[ad_2]

About admin

Check Also

Pin Up Casino – Azrbaycanda onlayn kazino Pin-Up.2537

Pin Up Casino – Azərbaycanda onlayn kazino Pin-Up ▶️ PLAY Содержимое Pin Up Casino haqqında …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *