Ayah Hadir Ambil Rapor, Dorong Perkembangan Mental dan Pendidikan Anak

[ad_1]

Ringkasan Berita:

  • Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) sebagai upaya mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pendidikan anak.
  • Kehadiran ayah dalam momen penting seperti pengambilan rapor bukan hanya sekadar hadir secara fisik, tetapi juga secara emosional dan batiniah.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) / BKKBN RI menggagas Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR) sebagai upaya mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pendampingan pendidikan anak.

Tenaga Ahli Menteri Bidang Komunikasi Publik dan Pendidikan Masyarakat Kemendukbangga/BKKBN RI, M. Fauzan Irvan, mengatakan GEMAR lahir dari kesadaran selama ini pendampingan pendidikan anak masih kerap dipersepsikan sebagai tanggung jawab ibu semata.

“Padahal, kehadiran ayah memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan mental, emosional, dan kepercayaan diri anak,” ujar Fauzan.

Baca juga: Ali Rela Libur Narik Ojol Demi Hari Penting Anaknya,  Dampingi Sang Putra Ambil Rapor

Pernyataan tersebut disampaikan saat mendampingi Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI, Dr. Wihaji, S.Ag., M.Pd., dalam pelaksanaan GEMAR di SMA Negeri 61 Jakarta, Jumat (19/12/2025).

Melalui GEMAR, pemerintah ingin mendorong para ayah agar lebih hadir dalam proses belajar anak.

Kehadiran tersebut, menurut Fauzan, tidak hanya dimaknai secara fisik saat mengambil rapor, tetapi juga secara emosional dan batiniah dalam setiap fase pertumbuhan anak.

“Bukan hanya hadir secara fisik saat mengambil rapor, tetapi juga hadir secara emosional dan batiniah dalam setiap fase pertumbuhan anak,” katanya.

Fauzan menambahkan, kehadiran ayah pada momen penting seperti pengambilan rapor memberikan pesan kuat kepada anak bahwa dirinya diperhatikan, didukung, dan dipercaya.

Hal ini berdampak positif pada pembentukan karakter, ketangguhan mental, serta keterlekatan batin antara orang tua dan anak, baik anak laki-laki maupun perempuan dengan pendekatan yang berbeda.

Ia menegaskan bahwa GEMAR tidak dimaksudkan untuk mengurangi atau menggantikan peran ibu dalam pengasuhan dan pendidikan anak.

Baca juga: Contoh Catatan Wali Kelas untuk Mengisi Rapor Semesteran Siswa SMP 2025

Sebaliknya, gerakan ini merupakan ajakan untuk mengharmonisasikan peran kedua orang tua agar saling melengkapi dalam membangun keluarga yang kuat dan berkualitas.

“GEMAR bukan soal mengambil rapor semata. GEMAR adalah tentang makna kehadiran, dukungan, dan cinta yang ditunjukkan secara nyata oleh seorang ayah. Keluarga yang kuat dibangun dari peran orang tua yang saling menguatkan,” jelasnya.

Kegiatan GEMAR dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia sebagai langkah konkret pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui peningkatan peran ayah dalam pendampingan pendidikan anak.

Fauzan berharap, melalui GEMAR, para ayah semakin menyadari pentingnya keterlibatan aktif dalam pendidikan anak dan menjadikan momen sederhana seperti mengambil rapor sebagai kenangan bermakna yang akan dikenang anak sepanjang hidupnya.

“Insyaallah, kehadiran ayah dalam mengambil rapor anak akan membuat anak lebih percaya diri dan semakin semangat berprestasi,” tutup Fauzan.



[ad_2]

About admin

Check Also

Nieuwe online casinos in Belgi.294

Nieuwe online casino’s in België ▶️ SPELEN Содержимое Nieuwe online casino’s in België: een overzicht …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *